Ruang Film Imaji

Film El Bulli Perspektif Dapur Restoran Jetset di Catalonia

Film El Bulli adalah potret satu tahun kegiatan di laboratorium dan dapur restoran El Bulli, Catalonia, Spanyol. Pada akhir dekade 1990-an koki kepala restoran ini, Ferran Adrìa, menciptakan suatu sistem yang mengubah cara dunia memaknai makanan serta proses memasak di restoran.

Still Film El Bulli Karya Sutradara Gereon Wetzel (2010)

Menikmati Film Dokumenter El Bulli sepanjang 108 menit karya sutradara Gereon Wetzel, berasa ikut larut dalam kesibukan di seputar kegiatan dapur.

Film El Bulli adalah potret satu tahun kegiatan di laboratorium dan dapur restoran El Bulli, Catalonia, Spanyol. Pada akhir dekade 1990-an koki kepala restoran ini, Ferran Adrìa, menciptakan suatu sistem yang mengubah cara dunia memaknai makanan serta proses memasak di restoran. Setiap tahun, restoran ini menyajikan hidangan dengan resep baru, hasil penciptaan dan percobaan mereka. Hingga pada tahun terakhir (2011) restoran ini melayani pengunjung kira-kira 2 juta calon pengunjung yang harus bersaing memperebutkan 8 ribu kursi yang tersedia setiap tahun.

El Bulli adalah film dokumenter observasional, mengajak penonton untuk mengikuti proses kreatif sebuah penciptaan karya kuliner dengan menampilkan tiga karakter tokoh dan peranannya. Film ini mengajak penonton untuk mengamati restoran jetset dari perspektif dapur.

Film menampilkan siklus kegiatan El Bulli selama setahun yang ditayangkan dalam durasi 108 menit. Setiap tahunnya, restoran ini hanya buka selama setengah tahun untuk melayani pengunjung.

Pada bagian pertama, penonton diajak untuk larut dalam kesibukan laboratorium dapur dimana para koki bekerja selama setengah tahun (saat restoran tutup) untuk meriset bahan makanan dan menciptakan menu – menu baru yang berbeda dari tahun sebelumnya. Mereka bekerja dalam sistem kerja yang sangat ketat di bawah pimpinan Chef Ferran Adria.

Pada bagian kedua, penonton diajak untuk mengamati dari perspektif dapur restoran bagaimana para chef bekerja untuk menyajikan hidangan bagi para tamu dan mendokumentasikan hasil karya mereka melalui fotografi.

Yang menarik dalam film ini ialah setting tempat yang berpindah dari dapur, meja kerja dengan laptop atau kertas catatan diatasnya dan pasar/ supermarket, menunjukkan profesionalitas dan totalitas kerja mereka. Semua yang dikerjakan oleh setiap anggota tim untuk menghadirkan hidangan terbaik. Setiap orang bekerja sesuai dengan job desk nya masing – masing.

Film sengaja tidak menghadirkan area ruang makan. Sutradara sepertinya ingin menonjolkan proses kreatif dibalik penciptaan menu dan kejeniusan tokoh dibalik kesuksesan Restoran El Bulli.

Disclaimer: Tulisan ini dihasilkan di School of Seeing 2021, lokakarya analisis film dokumenter yang diselenggarakan oleh In-Docs dan didukung oleh Yayasan Cipta Citra Indonesia.

Kategori:Ruang Film Imaji

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.