Ruang Film Imaji

Menikmati Festival Film di Era Adaptasi Baru Dari Papua, Oase Untuk Komunitas Film Daerah

Internet adalah jawaban yang menembus sekat ruang dan waktu, dengan biaya yang lebih murah.

Screenshoot kegiatan seputar festival film secara daring

Pandemi covid-19 yang melanda dunia sejak awal tahun ini telah membawa banyak perubahan dalam tatanan kehidupan. Ketika kebiasaan hidup tak lagi sama seperti dulu dimana kita saat ini tak boleh mengabaikan protokoler kesehatan, setiap orang dituntut bertranformasi untuk mempertahankan eksistensi.

Transformasi baru di era adaptasi baru (new normal) yang paling terasa saat ini adalah transformasi digital; misalnya saja ruang – ruang pertemuan offline diubah menjadi online, diskusi online, webinar  maupun beragam festival.

Di tengah suasana pandemi covid-19, menjadi oase bagi kami komunitas film di Papua mendapatkan akses terhadap festival film. Selama ini tantangan bagi komunitas – komunitas film di daerah, khususnya di Papua adalah minimnya akses terhadap dunia perfilman.

Bayangkan berapa budget yang harus disiapkan untuk menonton film – film yang diputar di festival yang diselenggarakan di Tanah Jawa, misalnya. Biaya tiket Jayapura – Jogja pp atau Jayapura – Jakarta pp ditambah dengan transportasi lokal dan akomodasi, sungguh mahal rasanya untuk sekedar literasi film!

Dari offline ke online dan masifnya digitalisasi di era pandemi covid-19, tak bisa dipungkiri menjadi kabar baik bagi kami komunitas film di daerah. Diskusi – diskusi film yang diselenggarakan secara online, webinar dan workshop perfilman secara live di youtube, dan festival – festival film melalui berbagai platform secara online menjadi jawaban bagi kami yang haus mengikuti perkembangan terbaru dunia perfilman.

Internet adalah jawaban yang menembus sekat ruang dan waktu, dengan biaya yang lebih murah. Selain itu insan perfilman di daerah dimungkinkan untuk terlibat secara aktif/ interaktif dalam berbagai diskusi yang diselenggarakan.

Dalam catatan saya setidaknya ada 3 festival film di Indonesia yang dapat dinikmati secara online dan gratis, yakni Festival Film Dokumenter (FFD) Jogja, Madani Film Festival dan Vital Voices Festival (VVF) yang diselenggarakan oleh Perum Produksi Film Negara.

Ketiganya menghadirkan film dengan berbagai genre. Bukan hanya menyajikan film yang dapat diakses dari mana saja, tetapi juga membuka ruang – ruang diskusi dengan menghadirkan berbagai narasumber. Ruang diskusi ini menjadi jendela bagi kami untuk menyimak cerita tentang sinema dan hal – hal terbaru yang ditawarkan, menambah pengetahuan dan membuka wawasan.

Screenshoot kegiatan diskusi film yang dilakukan secara online

Festival Film Dokumenter Jogja adalah event tahunan, tahun ini diselenggarakan secara offline dan online pada tanggal 25 Nov – 14 Desember 2020. FFD menayangan film – film dokumenter karya sineas dalam negeri maupun luar negeri, dengan mengangkat berbagai tema/ isu melalui film.

Madani Film Festival menghadirkan film – film bernuansa Islami diselenggarakan tanggal 20 November – 4 Desember 2020. Yang menarik dari festival ini, jika selama ini kita banyak dibombardir film – film Hollywood, Madani Film Festival menghadirkan film – film dari negara di Timur Tengah seperti Iran, Irak dan Afghanistan.

Vital Voices Festival diselenggarakan oleh Perum Produksi Film Negara tanggal 5 – 12 Desember 2020. Di event ini ada 5 jenis kegiatan yang bisa diikuti, yakni pameran, seminar, lomba, workshop dan bioskop rakyat. Di bagian Bioskop Rakyat ini, kita dapat menonton film secara gratis melalui platform yang ditentukan.

Ketika saya membuat tulisan ini, Global Migration Film Festival tengah berlangsung secara online. Film dihadirkan melalui live streaming akun media sosial (facebook, youtube, website dan twitter “Atamerica”) sesuai dengan jadwal yang diumumkan melalui official site mereka.

Menonton Dari Rumah

Selama festival berlangsung, cukup dari rumah bermodalkan kuota internet, saya dapat mengakses film – film yang diputar di FFD Jogja, Madani Film Festival , Bioskop Rakyat – Vital Voices Festival maupun festival film lain yang diselenggarakan secara online di seluruh dunia.

Jadwal festival yang berdekatan atau bahkan beririsan sehingga saya mempunyai banyak pilihan. Waktu menonton pun lebih flexible karena beberapa platform memberikan sedikit keleluasaan waktu untuk menonton.

Menonton dengan bertanggung-jawab

Bagaimanapun film adalah karya seni yang harus dihargai dan hak cipta yang harus dihormati, karena itu sekalipun kita mempunyai keleluasaan untuk menonton tetapi kita tidak mempunyai hak untuk merekam dengan alasan apapun.

Akses yang lebih mudah dan lebih murah untuk menonton film – film yang diputar di festival adalah “berkat” di masa pandemi. Menonton festival film yang diselenggarakan secara online adalah sarana yang terjangkau bagi kami, menjadi referensi, literasi dan edukasi film bagi komunitas.

Screenshoot kegiatan diskusi film secara daring

Berjejaring, Mengikuti Diskusi dan Webinar Film

Satu hal lain yang dibutuhkan oleh komunitas film ialah wadah untuk bertemu dan berdiskusi. Ada cukup banyak tema – tema diskusi yang ditawarkan oleh beberapa lembaga ataupun komunitas secara online. Insan – insan film dari berbagai penjuru di Tanah Air berkesempatan untuk bertemu, berinteraksi sekaligus membangun jejaring.

Setelah menjelajah dunia perfilman secara online, pada akhirnya sebagai seorang anggota komunitas film di Papua saya berharap agar semakin banyak akses terhadap dunia perfilman yang semakin terbuka.

Pandemi covid-19 telah merubah banyak hal dan kami menemukan digitalisasi adalah jawaban bagi komunitas film di daerah. Semoga dunia perfilman Indonesia semakin maju dan komunitas di berbagai daerah semakin hidup dan berkembang.

Penulis: Yulika Anastasia (Founder Imaji Papua/ Anggota Asosiasi Dokumenter Nusantara Korda Jayapura)

Kategori:Ruang Film Imaji

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.