Ruang Film Imaji

Mengunjungi Imaji Papua, Ketum ADN Tonny Trimarsanto Berbagi Tips Produksi Film Dokumenter untuk Pemula

Memproduksi film dokumenter mungkinkah bagi pemula? Ini tips dari Ketua Asosiasi Dokumenteris Nusantara (ADN) dan Sutradara Dokumenter Tonny Trimarsanto saat mengunjungi homebase Imaji Papua di Kotaraja, Jayapura (16/5/2022).

Mas Tonny Trimarsanto foto bersama Pegiat Dokumenter di Kota Jayapura

Kopdar Pegiat Dokumenter

Ketua Umum ADN Tony Trimarsanto disela – sela agenda kerjanya di Papua berkesempatan menjumpai para pegiat dokumenter di Kota Jayapura.

Senin (16/5) jarum jam menunjukkan pukul 20.30 saat kendaraan roda empat yang membawa Mas Tonny Trimarsanto bersama Kameramen Kisno Ardi parkir di depan Sekretariat Imaji Papua, Cigombong, Kotaraja. 

Para pegiat dokumenter di Jayapura, yakni Yulika Anastasia (Imaji Papua), Iam Murda (Indonesia Art Movement), Elisabeth Apyaka (Papuan Voice), Miki Wuka (IAM), Demianus Wasage (Trek Papua) dan beberapa rekan lainnya menyambut hangat kedatangan Bang Tony dan Bang Kardi.

Perbincangan pun berlangsung dengan santai dan hangat membahas topik seputar film dokumenter di Papua, khususnya aktivitas dokumenteris di Kota Jayapura. Selain itu Mas Tonny pun membagikan pengalaman produksinya dan memberi motivasi agar ADN Korda Jayapura tetap semangat berproduksi.

Tips Produksi Film Dokumenter untuk Pemula

Film dokumenter adalah film tentang realitas  atau segala sesuatu yang sifatnya aktual. Cerita dalam film dokumenter bukanlah karangan atau khayalan, melainkan peristiwa dan keadaan yang sungguh nyata, dapat diamati atau menjadi bagian dari sejarah hidup manusia itu sendiri (Buku Dokumenter – Rumah Dokumenter).

Menurut Mas Tonny menggarap film dokumenter sekarang ini bisa dilakukan dengan sederhana, tak perlu menggunakan kamera yang canggih dan cukup menggunakan smartphone saja.

“Yang selama ini dipahami teman – teman membuat dokumenter adalah sesuatu yang berat, harus ada riset, harus punya kamera yang lengkap dan duit. Itu sebenarnya pemikiran yang harus ditinggalkan. Sebenarnya semua sudah selesai secara alat, syuting bisa pakai handphone,” pesan Sutradara film Bulu Mata (2015).

Ia menekankan terkait substansi film, filmmaker dokumenter bisa mengupas isu – isu disekitarnya, biaya produksi minim cukup syuting di area sekitar kita dan jangan meremehkan soal jejaring komunitas.

“Saya selalu share kita punya modal intelektual, modal sosial dan modal jaringan. Dari situ kita bisa membuat karya,” kata Tonny, sineas film dokumenter

Tonny Trimarsanto dikenal sebagai sutradara dan fasilitator workshop film dokumenter. Sejak terjun di bidang dokumenter, sudah puluhan film dokumenter yang telah dilahirkan oleh Lulusan Insitut Kesenian Jakarta (IKJ) ini. Begitu pula puluhan penghargaan atas karyanya. 

Yang terbaru, salah satu film karya sineas asal Kabupaten Klaten ini, berjudul Pada Suatu Hari Nanti (SOMEDAY), masuk dalam nominasi film dokumenter pendek terbaik di Melbourne Short Film festival 2022 Edition.

Kategori:Ruang Film Imaji

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.