Ruang Film Imaji

Walikota Jayapura meluncurkan Film Animasi Jam’u Karya Imaji Papua

Film Animasi Jam’u dikerjakan selama 3 bulan, storyboard dan storyline melibatkan 1 orang ilustrator dan 2 orang animator. Film ini dibesut oleh Sutradara Perempuan Papua bernama Jeane Marien

Imaji Papua kembali merilis produksi film terbarunya, yakni film animasi pendek berdurasi 5 menit 30 detik, berjudul Jam’u. 

Peluncuran film dilakukan bersamaan dengan Pembukaan Numbay Creative Festival 2021 di Taman Imbi Kota Jayapura (20/11/2021). Peluncuran film dilakukan oleh Walikota Jayapura, Benhur Tommy Mano ditandai dengan penanda-tanganan poster.

BTM mengapresiasi kreatifitas anak muda yang terjun ke industri kreatif dengan menciptakan karya dan membawa nama baik Kota Jayapura.

Kata Jam’u berasal dari bahasa suku Irarutu, Teluk Bintuni, Papua Barat, yang berarti kasuari. Film Jam’u diangkat berdasarkan cerita rakyat Teluk Bintuni tentang asal muasal mengapa kasuari tidak bisa terbang. Dialog dalam film ini juga menggunakan bahasa daerah, yakni bahasa Irarutu.

“Film ini menjadi pendidikan moral bagi anak – anak muda Papua agar berlaku rendah hati, tidak sombong dan merangkul sesama dalam hidup bersama,” kata Aloysius Navurbenan, budayawan yang terlibat sebagai Penulis Skenario dalam film ini.

Film Jam’u adalah film animasi 2D dibesut oleh Sutradara Jeane Marien, dan ini adalah film animasi perdananya. 

“Sebagai anak Papua saya termotivasi untuk mengerjakan film ini. Jika hari ini kita lihat di youtube cukup banyak animasi tentang Papua yang dikerjakan oleh orang dari luar Papua. Dari perspektif ini saya merasa penggambarannya kurang, karena mereka kurang mengenal Papua. Inilah yang memotivasi saya untuk mengerjakan film animasi, karena kamilah yang berada di Tanah Papua dan mengenal dekat Papua,” ungkap Jeane Marien.

Selain menyutradari film ini Jeane Marien juga terlibat sebagai animator bersama dengan animator muda Papua berbakat, Mario Navurbenan.

“Saya merasa bangga terlibat dalam penggarapan film animasi ini. Cerita tentang Jam’u kasuari pernah diceritakan oleh Bapak saya (Aloysius Navurbenan, – red) ketika saya masih kecil dan kini saya terlibat sebagai animatornya,” tuturnya.

Film Jam’u diproduseri oleh Yulika Anastasia, Head of Imaji Papua.

“Melalui film, Imaji Papua berupaya ikut berkontribusi bagi pelestarian cerita rakyat Papua dan menjadi medium untuk melestarikan bahasa ibu,” katanya

Film animasi Jam’u ini menjadi perwakilan Papua untuk mengikuti Festival Film Animasi dan Cerita Rakyat 2021 yang diselenggarakan oleh Kemendikbud beberapa waktu lalu.

Kategori:Ruang Film Imaji

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.