Ruang Film Imaji

Film Dokumenter Tonotwiyat (Hutan Perempuan) di Putar di Berlin

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan dunia, cukup menghambat aktivitas kami namun tidak akan mematikan langkah kami. Justru pandemi covid ini menantang kami untuk lebih kreatif dan lebih efektif dalam berkarya.

Film Dokumenter Tonotwiyat (Hutan Perempuan) yang diproduksi oleh Imaji Papua pada 24 September 2020 ditayangkan oleh Cinema Babilon, Berlin, Jerman.

Program pemutaran yang bertajuk “Cinema Indonesia” ini adalah program pemutaran film Indonesia yang ditayangkan secara berkala diinisiasi oleh Rumah Budaya Indonesia (Kulturhauz) Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jerman.

Pemutaran film Hutan Perempuan, Cinema Babilon, Berlin, Jerman,
24 September 2020

Awalnya, pihak Kulturhauz menghubungi Imaji Papua awal tahun ini meminta film ini untuk diputar di Berlin. Sebelumnya, direncanakan film akan diputar pada Bulan Maret, namun karena munculnya wabah covid-19 pemutaran tertunda selama beberapa bulan dan baru terealisasi pada 24 September 2020.

Menonton film dokumenter Hutan Perempuan, penonton tidak dipungut biaya alias gratis. Menurut informasi yang diterima oleh Imaji Papua, film ini mendapatkan antusiasme penonton disana. Kegiatan pemutaran dilakukan dengan tetap memperhatikan protokoler kesehatan yakni menjaga jarak antar penonton.

“Sejak kita ada Cinema Indonesia, (Hutan Perempuan) menjadi film kedua yang mendapatkan tepuk tangan penonton (dalam gedung bioskop). Penonton menyimak dengan serius hingga akhir,” demikian disampaikan Direktur Kulturhauz, Ibu Birgitt Steffan melalui pesan whatsapp kepada Imaji Papua.

Mendapatkan ruang pemutaran film di Berlin tentu menjadi kebanggaan bagi kami, tim Imaji Papua yang telah memproduksi film ini.

Kepala Kampung Enggros, Bpk. Orgenes Meraudje (tengah) dan Yulika Anastasia (Sutradara Film Dokumenter) saat menjadi bintang tamu di Radio DC4 Jayapura, berbincang tentang Hutan Perempuan & Filmnya

Pemutaran film ini juga mendapatkan tanggapan yang positif dari Kepala Kampung Enggros, Bapak Orgenes Meraudje. Ia merasa bangga dan terharu atas suksesnya pemutaran film ini, cerita tentang Hutan Perempuan di Kampung Enggros, Teluk Yotefa, dinikmati oleh publik di luar negeri.

“Sebagai Kepala Kampung terus terang saya cukup kuatir dengan eksistensi Hutan Perempuan ditengah pesatnya pembangunan. Saya berharap cerita tentang Hutan Perempuan jangan sampai hilang dari tengah kami, karena itu saya berterima kasih Hutan Perempuan telah difilmkan oleh Imaji Papua,” kata Bapak Orgenes Meraudje.

Film Dokumenter Tonotwiyat (Hutan Perempuan) berkisah tentang kehidupan sehari – hari kaum perempuan di Kampung Enggros, Jayapura. Potret keseharian mama – mama mencari kerang di hutan mangrove dengan cara tradisional di tengah lingkungan yang terancam pencemaran.

Film Dokumenter Hutan Perempuan garapan Imaji Papua telah mendapatkan penghargaan Special Mention dalam Festival Film Dokumenter Jogja 2019 dan menjadi nominasi Piala Citra Festival Film Indonesia 2019.

Kategori:Ruang Film Imaji

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.