Ruang Film Imaji

The God of Ramen Mengajarkan Berdedikasi Tinggi Terhadap Profesi dan Kehidupan

Film dokumenter ini adalah sebuah prasasti, mengabadikan kehidupan Yamagishi yang telah memberikan dirinya ‘all out’ terhadap industri ramen sekaligus meninggalkan sebuah catatan lembut tentang kehidupan seorang pria yang begitu mencintai istrinya.

The God of Ramen (2013)

“Taishoken” adalah nama sebuah restoran legendaris yang pernah ada di Ikeburo, dekat Tokyo. Restoran ini didirikan dan dikelola oleh Kazuo Yamagishi selama 46 tahun dengan dedikasi yang tinggi. 

Hidupnya telah dicurahkan sepenuhnya untuk membuat ramen dan memberikan layanan terbaik kepada para pelanggannya.

“Aku ingin pelangganku pulang dalam keadaan kenyang,” ungkapnya dalam sebuah dialog.

Setiap pagi ia bangun jam 4 pagi, bekerja didapurnya yang sempit. Warung ini hanya buka 4 jam sehari dari jam 11 siang hingga jam 3 sore, selama buka melayani 200 mangkok ramen.

Ramen yang dijual oleh Taishoken adalah ramen yang sangat spesial dan melekat dihati pelanggannya. Setiap harinya pelanggan rela membentuk antrian panjang selama berjam – jam hanya untuk menikmati semangkuk ramen yang lezat. Pelanggan sudah mulai antri jam 8 pagi atau tiga jam sebelum warung buka dan pelanggan barisan terakhir bertugas menyampaikan kepada calon konsumen lain bahwa dialah pengantri terakhir pada hari itu, ramen habis.

Yamagishi dalam film ini digambarkan sebagai sosok yang tidak banyak bicara, pekerja keras dan memberikan dedikasi tinggi terhadap profesinya sebagai koki. Di mata pelanggannya ia menghadirkan cita rasa yang tiada bandingannya, konsistensi rasa dan mempertahankan kualitas masakannya.

Sementara di mata para muridnya Yamagishi adalah sosok guru yang murah hati. Ia tak pelit ilmu dan tak segan untuk membagikan rahasia dagangnya, resep yang ia terapkan pada produknya selama bertahun – tahun. 

Murid – muridnya ini datang dari berbagai penjuru, termasuk diantaranya para pemilik kedai ramen dan mereka yang berminat belajar membuat ramen. Kebaikan hati Yamagishi dan kehebatannya mengolah ramen inilah yang membuatnya dijuluki The God of Ramen oleh muridnya.

Dibalik kesuksesannya mengelola warung Taishoken, terselip kisah sedih yang ditutup selama bertahun – tahun. Sepeninggalan istrinya bertahun – tahun yang lalu, hidup Yamagishi hanya dicurahkan untuk ramen. Kenangan akan istri tercinta tersimpan sangat rapat, serapat sebuah ruangan tertutup yang dibiarkan terbengkalai selama bertahun – tahun di warungnya yang sempit.

Film dokumenter berjudul Ramen yori Taisetsu na mono (The God of Ramen), karya sutradara Inammi Takashi membawa penonton berasa sangat dekat dengan kehidupan pribadi Kazuo Yamagishi. Film dengan durasi sepanjang 90 menit ini merangkum kehidupan Yamagishi yang telah menelan waktu syuting selama bertahun – tahun.

Sang Sutradara merekam dengan sangat apik moment – moment berharga dalam periode kehidupan seseorang. Yamagishi diusianya yang sudah tidak muda lagi harus berhadapan dengan penyakitnya, menghadapi kenyataan ia harus pensiun dari usahanya dan merelakan warung Taishoken dimana ia menghabiskan 46 tahun hidupnya disana, digusur dan digantikan dengan bangunan yang baru.

Moment – moment terbaik dan mengharukan diperlihatkan ketika hari terakhir Taishoken beroperasi, ratusan pengunjung rela mengantri selama 9 jam untuk menikmati ramen buatan Yamagishi untuk terakhir kalinya.

Film juga memperlihatkan bermunculannya warung – warung ramen baru, milik para murid Yamagishi di berbagai penjuru Jepang. Menjadi tanda kontribusi Yamagishi yang begitu besar mendorong industri ramen tumbuh diseluruh wilayah di Jepang.

Secara keseluruhan film ini adalah sebuah prasasti, mengabadikan kehidupan Yamagishi yang telah memberikan dirinya ‘all out’ terhadap industri ramen sekaligus meninggalkan sebuah catatan lembut tentang kehidupan seorang pria yang begitu mencintai istrinya, bahkan hingga sepeninggal istrinya ia hidup dalam ‘sepi’ tanpa keluarga dan tanpa penerus.  (YA)

Disclaimer: Saat tulisan ini diturunkan, film sedang diputar pada Japan Film Festival (JFF) yang diselenggarakan online tanggal 14 – 17 Februari 2022.

Kategori:Ruang Film Imaji

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.