Ruang Film Imaji

Film Dokumenter Aswang Mengungkap Kerasnya Kehidupan Jalanan di Manila

Sistem hukum yang tajam ke bawah namun tumpul ke atas diibaratkan sama seperti Aswang, hantu legendaris setempat, membayangi para korbannya yang terkadang adalah orang yang tidak bersalah di tengah malam yang bersimbah darah.

Still film Aswang garapan Sutradara Alyx Ayn Arumpac

Film Dokumenter berjudul Aswang, arahan sutradara Alyx Ayn Arumpac membuka realitas kerasnya kehidupan jalanan di Manila, Filipina.

Kisah film ini diawali dengan peliputan seorang jurnalis insiden kematian akibat narkoba yang ia jumpai tengah malam di jalanan. Penulusurannya dilanjutkan dengan mengikuti seorang anak kecil bernama Jomari yang bercerita tentang dirinya, bagaimana ia menjalani hidup, tentang kedua orang tuanya yang dipenjara karena narkoba.

Penelusuran dilanjutkan dengan berbicara kepada pengurus rumah duka dan tokoh – tokoh lain dalam film yang menjadi korban kekerasan ketidak-adilan rezim.

Setting waktu dalam film sepanjang 85 menit ini didominasi oleh gambar pada malam hari, sebagai metafora suram dan kejamnya kehidupan jalanan. Beberapa gambar memberi kesan sangat miris dan membuat kita mengurut dada, misalnya saat Jomari dan teman – temannya mencari sisa-sisa makanan di pinggir kali, seorang wanita membersihkan genangan darah korban, rumah duka yang setiap hari menerima jenazah bahkan hingga beberapa jenazah yang meninggal karena narkoba.

Kritik terhadap ketidak-adilan digambarkan melalui pengungkapan dua bilik tersembunyi di kantor polisi untuk menyekap para tahanan pria dan wanita hingga aksi – aksi demonstrasi rakyat sipil terhadap Pemerintahan Duterte.

Film ini adalah kritik yang sangat keras terhadap Presiden Duterte. Perang melawan pengedar dan pengguna narkoba seringkali menyasar pada rakyat miskin yang terpinggirkan, sementara para bandar narkoba tetap melenggang bebas.

Sistem hukum yang tajam ke bawah namun tumpul ke atas diibaratkan sama seperti Aswang, hantu legendaris setempat, membayangi para korbannya yang terkadang adalah orang yang tidak bersalah di tengah malam yang bersimbah darah.

Film ini layak ditonton karena membuka realitas tentang lingkaran kemiskinan, ketidak-adilan dan gelapnya dunia narkoba, sekaligus menjadi sebuah peringatan agar kita lebih mawas diri.

Film Aswang telah mendapatkan sederet penghargaan bergengsi di antaranya Best Picture at 2020 Filipino Academi Movie Arts and Sciences Awards (FAMAS), FIPRESCI Award IDFA 2019 dan Amnesty International Human Rights Award at the Thessaloniki Documentary Festival.

Penulis: Yulika Anastasia

Disc – Tulisan ini pernah dimuat di Rumata’s Art Space Newsletter, dimana saya diminta untuk menuliskan 5 film favorit saya dan film dokumenter Aswang ini adalah salah satunya.

Kategori:Ruang Film Imaji

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.