Ruang Film Imaji

Siklus Hidup: Cerita Relawan Pendidikan di Yahukimo yang di Filmkan

Ada sebuah tempat bernama Saminage di Kabupaten Yahukimo dan film dokumenter ini menggambarkan kehidupan mereka sehari – hari. (Tri Ari Santi)

Film Dokumenter Siklus Hidup (2020)

Film dokumenter berjudul Siklus Hidup karya sutradara Tri Ari Santi dan Yosev Levi diputar perdana di Sekretariat Papuan Voices, Waena, Kota Jayapura (27/1/2020).

Bagian awal film diceritakan perjalanan menggunakan pesawat kecil 12 penumpang melewati celah – celah tebing yang curam diantara lekukan barisan pegunungan hingga bagaimana pesawat tersebut mendarat. Pesawat bukan hanya mengangkut penumpang, namun  juga barang.

Film yang berdurasi 30 menit tersebut menceritakan mengangkat cerita tentang kehidupan sehari – hari masyarakat yang tinggal di wilayah geografis yang cukup sulit dan cukup terpencil, yakni Distrik Saminage, Kabupaten Yahukimo. Mereka mewarisi tradisi nenek moyang untuk mempertahankan hidup, disamping itu mereka juga terbuka akan dunia luar melalui pendidikan formal.

“Film ini berusaha menggunakan pendekatan emik dalam antropologi, dengan menggabungkan video – video yang direkam oleh dua orang siswa SD Inpres Saminage. Rekaman siswa dapat dilihat sebagai representasi pandangan masyarakat lokal tentang dunianya,” terang Yosef Levi pada sesi diskusi setelah pemutaran.

Film ini direkam oleh Tri Ari Santi, yang juga bekerja sebagai relawan pendidikan pada Februari – April 2020. Ibu guru Ari, demikian ia biasa dipanggil tersentuh melihat kondisi kampung yang kebanyakan ditinggali oleh orang tua dan anak – anak, sementara anak – anak muda usia produktif jumlahnya tidak banyak.

“Beberapa tahun lalu ketika datang ketempat ini, tidak ada tenaga pendidik disini, tenaga kesehatan juga tidak ada, sementara perhatian dari pemerintah terbilang minim. Itulah yang menggerakkan saya untuk menuturkan kehidupan sehari – hari kami disini melalui film,” tutur Tri Ari Santi.

Sebagai catatan Tri Ari Santi sebelumnya juga telah merekam dunia pendidikan di Saminage dan mengemasnya menjadi sebuah film dokumenter berjudul Resep Pendidikan Papua (2019), bekerja sama dengan Yosef Levi.

Lebih lanjut tentang penggarapan Film Dokumenter Siklus Hidup, Ari mengatakan film ini direkam menggunakan smartphone diantara kesibukannya mengajar anak – anak.

Kedekatannya dengan anak – anak dan interaksi yang hangat dengan warga kampung sehari – hari itulah yang memudahkannya untuk melakukan perekaman.

“Disana listrik tidak ada, sinyal internet juga tidak ada, saya hanya bisa merekam menggunakan handphone dengan biaya charge 20rb rupiah untuk memenuhi baterai ponsel. File mentah ini yang kemudian saya bawa ke Jayapura untuk proses pasca produksinya,” tuturnya.

Usai pemutaran film dan diskusi, film ini pun mendapatkan tanggapan positif dari penonton.

“Cerita dalam film dikemas dengan menarik, tidak banyak dialog tapi saya bisa merasakan kedalamannya,” kata Asrida Elisabeth.

Sementara Yuliana Lantipo (Yulan) yang bekerja sebagai jurnalis memberikan apresiasi positifnya.

“Saya mengapresiasi Tri Ari Santi yang telah menggarap film ini. Saya bisa membayangkan Ari bekerja sebagai relawan pendidikan menghadapi tantangan yang tidak mudah, tinggal disana dan beradaptasi dengan masyarakat disana dengan kondisi geografis yang sulit, namun berusaha mengemas kisah ini menjadi film,” kata Yulan

Kategori:Ruang Film Imaji

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.