Citizen

Jefri Zeth Nendissa, Sang Kreator di Balik Sanggar Honai Jayapura

Seniman merespon pandemic covid-19 sesuai situasi/ keadaan. Saat ini kami dituntut untuk kreatif berinovasi sehingga selalu ada panggung pementasan untuk menyalurkan jiwa seni (Jefri Zeth Nendissa)

Pimpinan Sanggar Honai Jayapura Jefri Zeth Nendissa (Foto: Dokpri Jefri)

Pandemi covid-19 selama beberapa bulan terakhir telah melanda seluruh dunia dan mempengaruhi hampir semua bidang kehidupan, memaksa sebagian besar orang untuk sejenak berhenti dari pekerjaan, stay at home alias tinggal dirumah.

Dampak pandemi ini sungguh dirasakan. Setiap orang dituntut untuk melakukan terobosan – terobosan baru agar tetap eksis dibidangnya masing – masing, tak terkecuali pekerja seni/ seniman.

Sanggar Honai Jayapura adalah salah satu sanggar teater tertua di Jayapura. Didirikan oleh Jefri Zeth Nendissa pada tanggal 09-09-2009 di SMAN 4 Jayapura.

“Awal berdirinya sanggar ini untuk kebutuhan ekstra kurikuler SMAN 4 dan berkembang jadi sanggar umum. Sempat berproses juga di SMAN1 dan SMK Kotaraja,” tutur Jefri yang berprofesi sebagai dosen ISBI dan ASN di Dinas Pariwisata Kota Jayapura.

Sejak berdirinya hingga saat ini sudah banyak prestasi yang ditorehkan oleh Sanggar Honai Jayapura, diantaranya juara 1 se-Indonesia dalam kategori pelajar pada ajang seni tingkat nasional tahun 2011, terlibat dalam karya seni kolosal yang melibatkan ratusan penari, tarian tifa dan koteka yang melibatkan 300-an pelajar di Jayapura sukses menarikan tarian pembukaan untuk menyambut Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pembukaan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 .

Sanggar Honai Jayapura wadah anak – anak muda untuk mengekspresikan diri melalui seni teater, tari, akting dan vokal (Foto Dok Sanggar Honai Jayapura/ Fotografer Indrayadi TH)

“Torehan yang sangat berkesan buat saya ialah pementasan teater Nug Nug Wan, yang mengangkat cerita rakyat milik masyarakat Tobati – Enggros. Inspirasinya timbul karena sering main di lapangan timbul-tenggelam di Teluk Yotefa, akhirnya ketemu Alm. Marten Drunyi, kemudian ngobrol – ngobrol jadilah cerita kampung yang diceritakan oleh orang jauh (istilah dalam bahasa setempat Nug Nug Wan) Nug Nug Wan berproses di Jakarta sampai pentas di Jayapura,” kata alumni Institut Kesenian Jakarta angkatan 1994 itu.

Eksistensi Sanggar Honai Jayapura mulai dari berdiri hingga saat ini, tidak selalu berjalan mulus, tetapi berproses mengalami jatuh bangun. Misalnya saja, di awal masa pandemi covid-19 kegiatan latihan sempat “terjeda” untuk beberapa saat.

“Kami merespon pandemi sesuai keadaan yang terjadi. Jaman digital ini semuanya bikin lebih simple. Kami menjaring penonton melalui handphone,” tuturnya.

Baru – baru ini Sanggar Honai Jayapura melakukan pementasan secara daring bekerja sama dengan Balai Pelestarian Nasional Budaya (BPNB) Papua.

Pementasan Sanggar Honai Jayapura

Sanggar Honai Jayapura adalah wadah untuk menyalurkan talenta, minat dan bakat anak – anak muda di bidang seni peran, tari, vokal, fashion, MC dan make up.

“Saat ini kami membuka Honai Class Action bagi mereka yang tertarik untuk belajar seni peran, tari, vokal, fashion, MC dan make up,” terang Jefri Zeth Nendissa, pimpinan Sanggar Honai Jayapura.

Bagi anda yang berminat untuk bergabng dengan Honai Class Action dapat mengubungi nomor 0822-4850-1685

Honai Class Action adalah kelas khusus yang dibuka oleh Sanggar Honai Jayapura berlokasi di Expo Waena.

Kategori:Citizen

3 replies »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.