Citizen

Antara Noken, Kebun Anggrek dan Potensi Tersembunyi

Noken Anggrek merupakan satu dari sekian banyak oleh – oleh khas Meepago (Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai dan Intan Jaya). Berkunjung ke wilayah adat Meepago, jika tidak membawa noken anggrek sebagai buah tangan sama saja tidak ke Meepago.

Menggunakan noken dalam aktivitas sehari – hari telah menjadi kebiasaan atau ciri khas warga Meepago.  Selayaknya tas, noken biasanya digunakan untuk membawa berbagai jenis barang mulai dari sayuran hingga peralatan kantor. Ada yang berukuran besar, ada pula yang berukuran kecil.

Ada satu jenis noken yang sangat istimewa, yakni noken anggrek. Noken dengan bahan baku tanaman anggrek terbilang wah! Tak banyak jenis tas yang menggunakan serat anggrek sebagai bahan bakunya. Dan, noken anggrek adalah produk  yang  berkelas.

Hutan – hutan Papua menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati, salah satunya adalah anggrek hutan. Oleh karena itu, tanaman  anggrek  merupakan salah satu komoditi unggulan yang berpotensi menopang perekonomian masyarakat, khususnya di distrik Mapia Barat dan Distrik Piyaiyem, Kabupaten Dogiyai.

Menjelajah hutan dan perkampungan di Meepago, saya merasa sudah saatnya pemerintah daerah mendorong pengembangan perkebunan anggrek, sehingga bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat noken akan selalu tersedia mengingat permintaan pasar yang meningkat.

Saat ini, ada 2 jenis pengrajin noken; yaitu para pengrajin yang mengambil tanaman anggrek begitu saja di hutan dan pengrajin yang mengambil bahan baku dari kebun anggrek yang dibudidayakan oleh warga setempat.

Tentang kebun anggrek, jika kita berkunjung ke wilayah adat Meepago, budidaya anggrek dapat dijumpai di halaman gereja atau pekarangan rumah warga. Ada pula jenis anggrek hutan yang tumbuh di alam liar, jika anggrek jenis ini diambil untuk dijadikan bahan baku noken, tentu menjadi produk yang sangat istimewa dengan harga jual yang mahal – sebanding dengan tingkat kesulitan pembuatan.

Penampakan anyaman noken anggrek terlihat indah dan kuat

Serat tanaman anggrek menjadikan noken memiliki kualitas yang bagus. Noken anggrek adalah primadona di kelasnya. Anggrek berwarna kuning dan hitam manis, dibuat dan dililit sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah noken yang cantik. Noken dengan bahan baku yang cukup langka ini berasal dari Distrik Mapia Barat dan Distrik Piyaiye, Kabupaten Dogiyai.

Sebuah harapan terselip di hati saya, ketika menyusuri perkampungan di Kabupaten Dogiyai. Saya berharap pemerintah daerah melirik potensi ini untuk dikembangankan. Menurut saya kedepan perlu dilakukan budidaya tanaman anggrek hitam manis dan anggrek kuning.

Saya juga berharap pemerintah daerah segera mendorong dan membekali pengrajin noken anggrek sejak usia dini. Berikan pula pendampingan ataupun penguatan agar pekarangan – pekarangan rumah warga dipenuhi dengan tanaman anggrek.  Jika perlu, buka lahan atau kembangkan lahan perkebunan anggrek, jadikan komoditi unggulan Kabupaten Dogiyai.

Jadikan budidaya anggrek sebagai pelung bisnis yang menjanjikan. Disadari atau tidak, tanaman anggrek sangat dekat dengan kehidupan masyarakat asli Meepago. Orang Papua kemanapun melangkah selalu mengenakan noken. Banyak Anak Papua yang sedang menduduki posisi penting dan berhasil menjadi pejabat saat ini,  karena perjuangan mama – mama Papua yang mendidik dan menyekolahkan mereka hingga jenjang perguruan tinggi dari hasil berjualan noken.

Noken bukan hanya secara sosio-kultural dekat dengan kehidupan orang Meepago, bahan baku noken yakni tanaman anggrek pun layak mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah daerah. Anggrek memiliki kelas tersendiri bahkan hingga tingkat nasional dan internasional. Kenapa tidak kita mulai melirik anggrek untuk dibudidayakan, dijadikan simbol sekaligus komoditi.

Kampung Kimi, 29 Juli 2020

Penulis: Andy Gobay/ Editor: Mbak Ika

Kategori:Citizen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.