Info Tempat Wisata

Wisata Petualangan Rumah Pohon Suku Momuna di Dekai Yahukimo

Rumah Pohon atau Rumah Tinggi yang terkenal selama ini berada di Koroway. Nama Koroway sendiri sudah mendunia. Sejak bertahun – tahun yang lalu cukup banyak ekspedisi ataupun petualang asing menjelajah Koroway.

Untuk menuju Koworay, biasanya para turis akan transit di kota Dekai, Yahukimo. Yup, Dekai selama ini hanya menjadi perlintasan wisatawan asing.

Belum banyak yang tahu, di Dekai pun ada rumah pohon, tapi rumah  pohon dimaksut adalah rumah pohon Suku Momuna. Suku Momuna adalah salah satu suku asli Yahukimo yang memiliki beberapa kesamaan dengan suku Koroway, misalnya saja tentang rumah pohon.

Lokasi rumah pohon berada tak jauh dari pusat kota Dekai, tepatnya berada di Kampung Massi. Rumah pohon ini dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Yahukimo, dan terbuka bagi wisatawan.

Untuk mencapai rumah pohon ini kami berjalan kaki sekitar 3 kilo meter masuk ke dalam hutan atau 6 km pp. Perjalanan berasa lebih nyaman dan menyenangkan dengan didampingi warga kampung sebagai pemandu lokal.

Medan yang dihadapi tak kan jauh berbeda dengan daerah Koworay, yakni melintasi hutan tropis, menyebrangi sungai kecil yang mengalir di dalam hutan, siap menghadapi lintah dan serangga di sepanjang jalan yang pecek.

Suara gemersik dedaunan dan kicauan burung cendrawasih terdengar dari kejauhan menemani perjalanan.

Perjalanan menuju rumah pohon di Kampung Massi, Distrik Dekai, Yahukimo

Setelah satu jam-an berjalan kaki, akhirnya rombongan kami sampai di rumah pohon. Rumah pohon ini menjulang cukup tinggi. Kakinya setinggi 6 – 7 meter, untuk masuk kedalam rumah ada dua tangga dibagian depan dan belakang. Ada 2 pintu di depan dan 2 pintu di belakang.

Memperhatikan bentuk bangunan rumah ini, saya mendapatkan kesan yang luar biasa. Keseluruhan bangunan terbuat dari kayu boa yang banyak terdapat dalam hutan. Tak ada paku, semen, ataupun material bangunan modern pada umumnya.

Tiang utama rumah terletak di bagian tengah, rangka rumah dan dinding rumah diikat menggunakan tali rotan. Sementara atap rumah terbuat dari anyaman daun rumbia.

Saya cukup senang berbincang dengan penghuni rumah. Ia bernama Lewi Kubu, pemuda Momuna yang ramah. Dengan senang hati ia bercerita mengenai kebiasaan hidup di rumah pohon.

Ia menuturkan sejak turun temurun mereka diajarkan bagaimana cara hidup di rumah pohon berikut tradisinya.

“Rumah pohon dibangun tinggi agar kami aman dari binatang buas, nyamuk ataupun serangan musuh,” ujarnya.

Selain itu berada di ketinggian mereka bisa memantau bila ada musuh menyerang. Pintu dan tangga rumah sengaja di buat di depan dan belakang agar memudahkan pergerakan. Siap menghadapi serangan musuh, Lewi Kubu menunjukkan lobang di dinding rumah yang sengaja dibuat untuk mengintip keluar. Ia juga menunjukkan bagaimana mereka menyimpan senjata berupa anak panah dan merawatnya.

Yang paling menarik ada dua tungku api di dalam rumah. Tungku api yang dimaksut ialah bebatuan yang disusun melingkar di dalam rumah dengan sisa bara diatasnya. Dua tungku berarti dua kamar atau dua ruangan yang terpisah. Kata Lewi Kubu, ada aturan hukum adat yang mengikat terkait interaksi antara pria dan wanita di dalam rumah, ataupun antara tuan rumah dengan tamunya karena itu disediakan dua tungku api untuk memasak ataupun menghangatkan diri pada waktu malam.

Selain tungku api, di dalam rumah pohon juga dijumpai kapak batu dan tomako batu. Kedua alat tradisional itu hingga kini digunakan untuk memotong kayu dan pembayaran mas kawin.

Sementara di pekarangan rumah ada kebun milik warga yang ditanami sayuran dan umbi – umbian. Tak jauh dari rumah terlihat jernihnya aliran air dari anakan sungai mengalir. Rumah ini tak jauh dari sumber air.

Perjalanan ke rumah pohon di Kampung Massi, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo

Saat ini, Dinas Pariwisata Kabupaten Yahukimo telah memilih rumah pohon menjadi ikon wisata sekaligus destinasi wisata baru di Kabupaten Yahukimo.

Jika Anda penyuka wisata petualangan, rumah pohon Suku Momuna di Kampung Massi Distrik Dekai, recommended! Destinasi wisata yang layak untuk dikunjungi. Di tempat ini kita belajar banyak tentang alam, tentang hutan dan kearifan lokalnya.

Wonderful Yahukimo!

1 reply »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.