Info Wisata

Festival Asmat Pokman Tampilkan Eksotisme Kultur Papua Selatan

Dulu bernama Pesta Budaya Asmat dan sekarang berganti nama menjadi Festival Asmat Pokman. Pagelaran budaya tahunan tertua yang ada di Tanah Papua, tahun ini kembali digelar tanggal 21 – 26 November 2019. Tema yang diangkat tahun ini ialah “Spirit on the mud.”

Sore itu pengunjung berbondong – bondong memenuhi halaman Museum Kebudayaan dan Kemajuan yang terletak di Distrik Agats, Kabupaten Asmat. Ratusan orang melukis badannya dan mengenakan aksesoris yang khas selayaknya sebuah pesta.

Tak lama berselang, bunyi Fuu (alat musik tiup khas Asmat) diikuti tetabuhan tifa dengan irama merdu dan magis memanggil setiap orang untuk berkumpul. Yup, inilah pesta budaya yang rutin digelar setiap tahun, moment yang selalu ditunggu untuk menampilkan kebesaran budaya Asmat.

Festival Asmat Pokman diinisiasi oleh gereja Katolik Keuskupan Agats. Saat pembukaan festival, Uskup Agats Mgr Aloysius Murwito OFM bersama Bupati Asmat, Elisa Kambu, memerciki para pengunjung dengan butiran kapur sirih.

Festival Asmat Pokman tahun ini mengangkat tema “Spirit on the mud”. Nama Pokman sendiri berasal dari kata pok yang artinya karya dan kata man atau ban yang berarti tangan.

Selama festival berlangsung pengunjung disuguhi berbagai atraksi seni. Ada seni tari, seni ukir dan seni pahat. Selain itu pengunjung juga diajak untuk menokok sagu dan menyaksikan demo memasak sagu dengan cara tradisional.

Di lokasi festival pengunjung pengunjung dapat membeli berbagai souvenir khas seperti noken asmat, patung, busana tradisional, berbagai aksesoris khas lainnya, kuliner dan kopi bakau.

Kerajinan tangan khas Asmat

Bagian yang paling menarik dan menjadi ciri khas festival ini ialah lelang hasil karya. Panitia lelang akan mengumpulkan hasil – hasil karya terbaik dari para pengrajin yang berasal dari setiap distrik dan kampung untuk diseleksi/ dikurasi kemudian diberi nomor dan di-display pada stand khusus.

Selama festival para pengunjung berkesempatan untuk mengincar kerajinan tangan favorit mereka. Pelaksanaan lelang sendiri dilakukan pada hari terakhir festival, dan jika beruntung peserta lelang akan mendapatkan kerajinan yang diincarnya sesuai dengan harga yang ditawarkan.

Tokok sagu ala Asmat menawarkan sensasi tersendiri bagi wisatawan.
Para penari Asmat

Tahun ini pagelaran festival budaya di Asmat menjadi moment yang sangat spesial karena dilaksanakan bertepatan dengan perayaan 50 tahun Keuskupan Agats.

Ribuan pengunjung yang hadir dari berbagai kampung dan distrik termasuk dari kampung – kampung yang terpencil, bukan hanya menikmati suasana festival namun juga merayakan moment penting Gereja Katolik.

Nah, bagi yang penasaran dengan kemegahan festival budaya ini, tahun depan festival ini akan kembali hadir sehingga anda bisa berkesempatan menikmati eksotisme kultur Asmat yang telah mendunia.

Atraksi tarian penyambutan khas Asmat di sungai Ewer

Kategori:Info Wisata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.