Citizen

INI WISATA ADVENTURE ALA WISMAN DI PEDALAMAN ASMAT

Nama Asmat, sejak puluhan tahun lalu telah mendunia. Kabupaten yang terletak di bagian selatan Provinsi Papua ini, setiap tahunnya selalu disinggahi kapal pesiar internasional hingga 2-3 kali dalam setahun.

Apa sih yang dilakukan kapal pesiar yang membawa turis – turis asing selama pelayaran mereka? Kaka Andre Liem, salah seorang pemandu wisata senior berbagi kisahnya untuk Imaji Papua.

“Setiap tahun, saya ada bersama rombongan wisatawan, dengan kapal pinisi, singgah di 6 kampung dan mengikuti 6 pesta budaya di masing – masing kampung. Ada pesta patung mbisj, pesta jemesj, pesta adopsi, pesta perahu, dll,” terang Andre Liem.

Kapal pinisi adalah kapal pesiar milik Jerman yang memiliki home base di Bali.  Menurut Andre Liem, tamu (turis) yang diantarkan kebanyakan berasal dari Eropa dan Amerika. Mereka rata – rata adalah orang – orang tua (berusia di atas 50 tahun).

Kunjungan turis asing di salah satu kampung di Asmat (Foto: Dokpri Andre Liem)

Menurut Andre Liem, kunjungan rombongan turis ini telah direncanakan setahun sebelumnya. Jauh – jauh hari sebelum rombongan ini tiba, Andre sudah lebih dahulu melakukan survey kampung – kampung mana saja yang akan dikunjungi berikut pesta adat yang akan diselenggarakan di masing – masing kampung.

“Sebelum mereka tiba, saya sudah berbicara dengan orang – orang kampung  terlebih dahulu sebagai persiapan,” ujar pria yang juga dikenal sebagai aktivis lingkungan tersebut.

Setelah melakukan pelayaran yang cukup panjang, kapal pinisi pun bersandar di pelabuhan Agats, Asmat.

“Biasanya kapal tiba pagi. Jika kapal tiba jam 7 pagi maka kapal akan melanjutkan pelayarannya sore hari. Dalam waktu yang hanya beberapa jam, saya membawa rombongan mengunjungi beberapa kampung,” terangnya.

Setelah kapal bersandar, rombongan turis tersebut pun lantas turun dari kapal dan melanjutkan tour ke kampung – kampung menggunakan speedboat.

Kata pria yang menjadi salah satu founder Papua Tour Guide Community (PaTGom) itu, disetiap kampung para wisatawan menikmati pesta budaya, artefak dan benda – benda tradisi serta keindahan alamnya.

Meski waktu kunjungan di setiap kampung terbilang kilat, namun dalam waktu yang singkat itu cukup untuk menarik  minat wisman memborong cenderamata berupa patung, ukiran, tas ataupun souvenir lainnya.

“Saya pernah diminta untuk mengirimkan ukiran khas Asmat kepada tamu saya yang berasal dari Amerika Serikat. Turis – turis ini menyukai seni ukir yang masih original. Mereka sangat menghargai seni budaya Asmat,” ungkapnya.

Foto: Sunset di Asmat (Foto: Dokpri Andre Liem)

Lebih lanjut pria yang fasih berbahasa Inggris dengan beberapa aksen itu, menceritakan berbagai latar belakang turis yang pernah di antarnya, diantaranya peneliti, fotografer dan filmmaker.

“Salah satu favorit turis yang berasal dari Amerika adalah mengunjungi lokasi yang dianggap bersejarah, yakni tempat dimana Michael Clark Rockefeller, putra Wakil Presiden Amerika Serikat Nelson Rockefeller dinyatakan hilang secara misterius pada tahun 1961,” paparnya.

Kisah misterius ini, kata Andre, menjadi sebuah legenda sekaligus daya tarik sehingga lokasi dimaksut hampir selalu mendapat perhatian turis dari Amerika.

Selama dalam pelayaran, ada beberapa kegiatan menarik lainnya yang dilakukan oleh turis, misalnya saja menonton film tentang Papua. Kesempatan ini dimanfaatkan baik oleh Andre untuk mempresentasikan alam Papua.

“Di kapal itu ada waktu senggang setelah tour seharian. Sore hari kami menonton film tentang daerah Papua lainnya misalnya saja Koroway. Jadi, kita tidak langsung ke Koroway karena mereka itu orang – orang tua yang tidak kuat jalan jauh. Enaknya di kapal atau speedboat,” tuturnya.

Di akhir setiap kunjungan, Andre Liem cukup sering mendapatkan pesan dari para turis, sebuah harapan untuk menjaga agar alam Papua tetap lestari.

Iklan

Kategori:Citizen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.