Wisata di Perbatasan PNG, Wajib Icip – Icip Kuliner Ini

Memasuki wilayah negara tetangga kita selama beberapa jam, rugi rasanya kalau tidak icip – icip kuliner khasnya. Di antara pembaca, mungkin ada yang bertanya – tanya bagaimana caranya memasuki negara tetangga selama beberapa jam?

Yup, perbatasan Indonesia – Papua Nugini setiap hari selalu ramai dengan pelintas batas maupun wisatawan yang datang berkunjung. Setiap hari, pintu gerbang Indonesia di buka sekitar jam 10 pagi dan ditutup pada sore hari pada pukul 5 sore, begitu pula pintu gerbang PNG.

Saat gerbang di kedua negara dibuka, kita bisa memasuki negara tetangga tanpa menggunakan paspor dan visa. Namun, tentu saja hanya berada di area yang terbatas, yakni di sekitar terminal dan pasar perbatasan mereka. Area ini memang diperuntukkan bagi wisatawan untuk sejenak merasakan sensasi berada di negeri tetangga.

Lapak Pedagang di wilayah perbatasan, Wutung Papua Nugini

Saat pintu gerbang di kedua negara di buka, saya pun bergegas untuk menyebrang ke negara tetangga. Sensasinya cukup asik; ketika melangkah keluar dari gerbang Indonesia berasa seperti keluar dari halaman rumah, selanjutnya cukup berjalan kaki di area netral yang hanya beberapa jengkal sebelum memasuki pintu gerbang dan halaman rumah tetangga (baca: wilayah PNG).

Pelintas batas memasuki wilayah PNG melalui pos penjagaan. Tak jauh dari pos penjagaan ada areal terminal yang cukup luas. Mirip dengan terminal biasanya, beberapa bus menunggu para penumpangnya. Setelah penumpang penuh, bus – bus ini pun melanjutkan perjalanan menuju ke Kota Vanimo, ibu kota Provinsi Sandaun PNG dan sekitarnya.

Area terminal di perbatasan, Wutung, Papua Nugini

Hanya beberapa meter dari terminal, terdapat deretan lapak para pedagang, ada yang berjualan aneka jenis souvenir dan ada pula yang berjualan kuliner khas PNG.

Bicara tentang kuliner, rugi rasanya kalau tidak mencoba menu khasnya mereka. Mau icip – cicip kuliner khas Papua Nugini, cukup mudah di jumpai di area perbatasan.

Di antara lapak – lapak pedagang souvenir, ada satu lapak yang menyediakan sosis PNG, daging domba goreng dan pisang. Harum aroma daging domba di tengah panas teriknya siang hari itu, langsung menggugah ‘kampung tengah’ (baca: perut) yang lapar mendadak.

Sosis dan daging domba di goreng menggunakan wajan, sementara sumber apinya dari kayu bakar. Setelah di goreng beberapa saat, kemudian ditiriskan dan nikmat di santap selagi hangat.

Soal rasa, tak perlu diragukan. Daging domba memiliki tekstur yang lembut, lebih lembut dari daging sapi ataupun kambing. Rasanya sangat lezat. Selain digoreng, biasanya daging domba dimasak dengan cara dibakar.

Sosis khas PNG berukuran jumbo, dengan warna yang khas. Sosis PNG juga berbahan dasar daging domba. Biasa dimasak dengan cara digoreng ataupun dibakar. Dengan tekstur yang lembut, rasanya nikmat, perpaduan antara asin dan gurih!

Sosis dan daging domba biasanya dihidangkan dengan saus ABC atau saus indofood. Sebenarnya saya berharap ada sambal rica atau sambal ala Indonesia lainnya, tapi sepertinya pedasnya sambal bukan prioritas dalam kuliner mereka.

Baik sosis maupun daging domba, disajikan bersamaan dengan pisang goreng. Pisang ini sedikit berbeda dengan pisang umumnya. Rasa pisangnya tidak manis, cukup lunak dan lembut saat dikunyah. Jadi pas, sebagai menu makan siang. Recommended!

Untuk harga daging domba + sosis PNG, dihargai 13 kina atau sekitar 55ribu rupiah. Jadi, cukup terjangkau.

Ada satu lagi yang menjadi ciri khas PNG, namun tentative; maksutnya dipersilakan jika ingin mencoba namun jika tidak pun tak soal. Apakah itu? Yup, beer dingin PNG.

Bukan hal yang baru, di antara lapak para pedagang, mereka juga menyediakan beer dingin produksi PNG. Beer yang dijual bebas, bukan hal terlarang di area mereka. Saya cukup sulit untuk me-review rasa beer, karena saya memang bukan penggemar beer.

Nah, itulah review kuliner yang ada di area perbatasan negara tetangga kita kuliner. Jika Anda berkesempatan untuk mengunjungi Kota Jayapura, singgahlah di perbatasan RI – PNG dan icip – icip kuliner khas PNG. Sensasinya beda!

Salam traveller!

Berbagai souvenir khas PNG yang dijual di area perbatasan
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.