Berwisata di Perbatasan Papua Nugini

Berwisata ke perbatasan negara menjadi hal yang asik. Sebenarnya sih….perbatasan RI – PNG bukanlah tempat wisata, tetapi mungkin karena ‘kunjungan ke perbatasan’ adalah sesuatu yang unik, makanya setiap akhir pekan, tempat ini ramai dikunjungi wisatawan.

Kali ini saya me-review wisata perbatasan RI – PNG, namun bukan di PLBN Skouw Jayapura, tetapi area perbatasan negara tetangga kita, Papua Nugini.

pintu perbatasan
Gapura RI (kiri) berhadapan dengan gapura PNG (kanan), di antaranya ada beberapa meter area netral. Tampak warga pelintas batas sedang memasuki wilayah negara kita

Setiap hari pintu gerbang perbatasan akan dibuka setiap pukul 10 pagi dan ditutup pada jam 4 sore. Saat pintu perbatasan di kedua negara dibuka, saat itulah lalu lintas warga dari kedua negara dimulai, dan yang paling kentara ialah aktivitas ekonomi.

Wisatawan seperti saya, yang tak memiliki pasport, diijinkan untuk memasuki wilayah PNG, namun hanya di sekitar areal perbatasannya mereka saja dan waktu kunjungan tentu saja tidak bisa berlama – lama, yakni sebelum pintu gerbang perbatasan ditutup.

terminal area perbatasan
Terminal di area perbatasan PNG

Memasuki pintu gerbang PNG, pengunjung langsung disambut oleh angkutan umum-nya mereka. Bis – bis ini siap mengantarkan para penumpangnya ke kota – kota terdekat di  Provinsi Sandaun, West Sepik, PNG.

Selanjutnya di area perbatasan tampak lapak – lapak pedagang yang menjual berbagai aksesoris khas PNG, mulai dari tshirt, topi, souvenir hingga kuliner khasnya. Jika ingin membeli, pengunjung tak perlu kuatir karena pedagang menerima uang rupiah. Selain itu, mereka juga fasih berbahasa Indonesia.

pasar perbatasan
Lapak para pedangan di area perbatasan PNG. Mereka menjual berbagai souvenir dan kuliner khas PNG

Di belakang lapak – lapak ini, ada jalan setapak yang menurun. Saya pun menuruni anak tangga, dan mendapatkan satu tempat yang menarik. Tampaknya ini menjadi salah satu favorit pengunjung, sudut untuk berswa-foto yang instagramable banget!

welcome to pasifik
Obyek wisata ini menerima mata uang rupiah dari wisatawan asal Indonesia

“Welcome to Pasific”, demikian kalimat yang tertulis saat memasuki obyek wisata di area perbatasan PNG. Di tempat ini pengelola menyediakan para – para dimana para pengunjung bisa duduk – duduk menikmati keindahan samudra pasifik.

tampak desa lido
Tampak Kampung Lido, salah satu kampung di Provinsi Sandaun, West Sepik, Papua Nugini yang dekat dengan perbatasan

Nah, demikian review singkat dari saya. Semoga menjadi referensi wisata jika Anda mengunjungi Kota Jayapura. Wanyambe. **Salam Traveller**

papan iklan
Papan Iklan yang ada di sekitar area perbatasan PNG

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s