Papeda Dingin VS Sagu Bakar Pasar Cigombong

Pernah nggak sih merasa bosan dengan menu makanan yang biasa – biasa saja….arghh menu-nya itu – itu saja. Sekali – kali ingin menyantap menu lainnya. Nah, menu apakah itu?Pas malam Minggu (28/7), iseng – iseng saya masuk pasar malam Cigombong, Kotaraja. Maksut hati sebetulnya ingin membeli tempe dan bumbu dapur, maklumlah karena hari Minggu pasar tak beroperasi.

Saat mencari belanjaan yang saya maksut, saya melihat los Mama – Mama Papua yang menjual makanan tradisional; papeda bungkus, sayur, ikan goreng dan sagu bakar. huehmm sepertinya apa yang saya lihat menjawab ‘kampung tengah’ (baca: perut) yang lagi dangdutan.

Tak menunggu lama lagi, saya pun membeli papeda dingin dengan harga Rp. 10.000 (3 bungkus), tumis campuran sayur daun singkong + jantung pisang + bunga pepaya. Sebenarnya dua menu itu sudah cukup untuk makan malamku, tapi hati nggak tahan lihat sagu bakar yang masih panas dengan isi gula merah yang lumer. Akhirnya saya pun beli dua potong, harganya Rp. 5.000/potong.

papeda
Papeda Dingin

Papeda bungkus atau papeda dingin ini rasanya hambar alias tak ada rasa. Bentuknya tak seperti papeda panas yang lengket kayak lem, tapi lebih mirip seperti jenang-nya orang Jawa.

Papeda dingin lebih pas dinikmati dengan tumis sayuran + ikan dimasak sambal/ ikan kuah.

sayur

Tumis sayur campuran daun singkong + bunga pepaya + daun singkong ini rasanya sangat lezat. Gurih. Saya sendiri tak tahu cara memasaknya, namun bunga pepaya yang biasanya berasa pahit, hilang rasa pahitnya.

Rasa getir yang biasanya ada pada masakah daun singkong, juga hilang rasa getirnya.

Aromanya harum, karena dimasak dengan daun salam, berasa gurih dan tidak pedas. Enak pokoknya! Saya rekomendasikan untuk dicoba.

papeda dingin plus sayur
Papeda bungkus (papeda dingin) + tumis sayuran

Papeda dingin rasanya lunak, berasa dingin begitu masuk ke dalam perut. Ditambah dengan tumis sayuran, kolaborasi yang cocok untuk membuat efek kenyang.

Selain papeda dingin dan tumis sayuran, menu berikutnya yang saya coba ialah sagu bakar.

sagu bakar
Sagu bakar

Sagu bakar ini terbuat dari sagu yang dicampur dengan kelapa parut. Di bagian tengah diisi dengan gula merah.

Paling enak dinikmati selagi masih panas. Sagu bakar rasanya kenyal dan gula merah di bagian tengah lumer sehingga berasa legit saat masuk ke dalam mulut.

Kalau sudah agak dingin sagu bakar menjadi keras. Karena itu sangat pas bila dihidangkan dengan teh panas atau kopi panas. Bisa juga dinikmati dengan cara begini: sagu bakar dicelup ke dalam kopi/ teh panas kemudian dinikmati. Huehmm lezat tak terkira.

Nah sekian review dari saya. Selamat icip – icip. **Salam traveller**

Baca:

Nggak Nyangka, Begini Cara Asik Makan Bia

7 Kuliner Papua yang Wajib dicoba

 

 

3 tanggapan untuk “Papeda Dingin VS Sagu Bakar Pasar Cigombong”

  1. Tumis jantung pisang dan bunga pepaya itu favorit ku.. enak banget!! Apalagi kalau di masak sedikit pedas.. makan pakai nasi putih panas (gantiin papeda). Wah, bikin nambah berkali2..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s