Jelajah Pedalaman Papua Bag. 4 – Menelusuri Emas Hitam dari Meepago

Wilayah Adat Meepago di Provinsi Papua membentang mulai dari Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai hingga Intan Jaya.

Di ketinggian antara 1500 – 1700 mdpl inilah, tersimpan kekayaan alam yang tersembunyi. Untuk alasan inilah, saya bersama rombongan tim Pokja Papua selama 9 hari ( 4 – 12 Juli 2018) melakukan perjalanan, menelusuri emas hitam dari Meepago.

tanaman kopi
Buah Kopi

Di mulai dari Kabupaten Dogiyai, Deiyai hingga Paniai, kami mengunjungi kebun – kebun kopi milik warga. Warga telah membudidayakan kopi jenis arabika sejak jaman Belanda.

Kabarnya, kopi yang dihasilkan dari wilayah ini telah dikenal hingga manca negara melalui pilot asing dan para misionaris.

Baca:

Jelajah Pedalaman Papua Bag. 2 – Nikmatnya Menyeduh Kopi Langsung dari Lumbungnya

Di lereng – lereng gunung dan perbukitan tanaman kopi tumbuh subur. Ketinggian tempat, suhu, curah hujan di wilayah ini sangat cocok untuk budidaya tanaman kopi yang bernama latin Coffea sp.

Dari informasi yang diperoleh di lapangan, saat ini permintaan pasar akan kopi Papua secara umum meningkat hingga dua kali lipat, namun sayangnya produksi kopi justru berkurang. Setidaknya 3 – 4 orang produsen kopi bubuk yang kami temui, mengaku tak sanggup memenuhi permintaan pasar dan sering kehabisan stock.

Di Lembah Kamuu, Kabupaten Dogiyai, yang terkenal sebagai lumbung kopi Moanemani, berkebun kopi bukan lagi menjadi prioritas utama. Hanya beberapa orang petani tua yang masih konsisten menggarap kebunnya. Bahkan, mereka mengeluhkan minimnya regenerasi petani muda. Hal yang sama juga terjadi Kabupaten Deiyai dan Paniai.

pelatihan kopi
Pelatihan budidaya dan pasca panen oleh tim Scopi (Sustainable Kopi Platform Indonesia), Moanemani 5 Juli 2018

 

Baca:

Jelajah Pedalaman Papua Bag. 1 – Perjalanan Menuju Lembah Kamuu

Jelajah Pedalaman Papua Bag. 3 – Menyapa Anak – Anak Kabut Kampung Modio di Mapia Tengah

Tampaknya diperlukan sebuah upaya bersama, sinergi antara pemerintah, LSM dan masyarakat untuk mendorong budidaya tanaman kopi sekaligus juga memperbaiki rantai pemasarannya.

Kata ahlinya, Pak Agus dari Puslitkoka, kualitas kopi di wilayah Meepago tergolong excellent dan memiliki cita rasa yang khas.

Setelah berkeliling di beberapa kebun kopi; diantaranya di kampung Idakotu, kampung Maida (Kab. Dogiyai), kampung Amago (Deiyai), dan salah satu kampung di Paniai, saya meyakini kopi dapat meningkatkan kesejahteraan taraf hidup masyarakat jika teknik budidaya diterapkan dengan baik.

Dari hasil perbincangan dengan ahlinya, Pak Agus, Mbak Mimi dan Mas Firman, saya mulai berhitung jika dalam satu hektar lahan di tanam 1600 tanaman kopi, dan setiap pohon menghasilkan sekitar 3 kg buah kopi, sementara dalam setahun petani bisa panen menikmati 2X masa panen, kemudian dikalikan dengan harga kopi saat ini,  maka wouww hasilnya tidak bisa dipandang sebelah mata.

Ditambah lagi, jika diantara tanaman kopi di tanam tanaman sela, seperti jeruk, pisang atau buah merah, tentu saja akan menambah income bagi petani.

pelatihan kopi
Pelatihan Kopi, oleh Tim Scopi, 5 Juli 2018
pelatihan kopi deiyai
Pelatihan Kopi, Tim Scopi, Waghete (Deiyei) 9 Juli 2018

Sementara ini dari sisi pasca panen, petani kopi cenderung mengolahnya secara natural, yakni buah kopi hasil panen langsung dijemur berikut kulit buahnya.

Nah, untuk memberikan nilai tambah pada proses pasca panen, Mbak Mimi dan Mas Firman dari tim Scopi mengajarkan pada petani untuk mengolah buah melalui honey proses.

“Setelah dipanen, buah dicuci, kemudian dilepaskan dari kulitnya. Biji kopi dikeringkan, kulitnya jangan dibuang. Kulit buah dijemur kemudian dikeringkan, kita menyebutnya cascara. Kaskara juga memiliki pasarannya sendiri, bisa dijual lagi atau diolah menjadi teh kaskara,” terang Mbak Mimi.

Menurut mbak Mimi, Kopi Papua memiliki peminat. Cukup banyak kafe di Jakarta yang membutuhkan supply kopi Papua. Nah, siapakah yang akan menyambut peluang tersebut? **

secangkir kopi

 

 

 

 

One thought on “Jelajah Pedalaman Papua Bag. 4 – Menelusuri Emas Hitam dari Meepago”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s