Ini Kisahku: Dibalik Peliputan RI 1 di Jayapura, Tak Mudah Menjadi Fotografer

Saya menuliskan kisah ini, bermula dari pertanyaan adikku: Pernahkah aku bersalaman dengan Pak Presiden Jokowi?

Ehmmm….memang sudah 8X Pakde Jokowi mengunjungi Papua, dan sudah 4X saya bertugas meliputnya sebagai jurnalis yang bekerja di salah satu media online.

Pada 11 April 2018, Pakde kembali mengunjungi Jayapura, tentu saja kesempatan ini saya gunakan dengan baik untuk mengabadikan  moment kunjungan Presiden yang hadir didampingi Ibu Negara.

Tapi tahukah Anda, sekalipun Presiden Jokowi dikenal sebagai figur yang humble, namun tidaklah mudah jika kita berada di sekitar Ring Satu. Tentu saja selain karena pengamanan yang ekstra ketat, juru kamera saling berlomba mendapatkan angle terbaik dalam pengambilan gambar. Nah, untuk yang satu ini kami harus berlomba untuk blocking tempat dan rela menunggu berjam – jam agar tidak ketinggalan moment yang terjadi dalam sekejap mata. Terkadang juga, pengambilan gambar juga dipengaruhi faktor keberuntungan.

Sebelum meliput kunjungan Presiden, hal yang wajib dimiliki ialah ID Card khusus, yang dalam hal ini dikeluarkan oleh Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Papua.

ID card khusus dan rela menunggu berjam – jam untuk mendapatkan moment

Menyiapkan diri, siapkan mental dan perlengkapan dengan baik, karena untuk dapat masuk dalam lokasi kegiatan harus melewati pemeriksaan yang sangat ketat. Jangan membawa senjata tajam, bahkan korek api pun tidak boleh dibawa.

001
Pemeriksaan ketat sebelum masuk  ke lokasi giat kunjungan Presiden

Sambil menunggu kedatangan Presiden, saya mengabadikan beberapa moment yang menurut saya menarik dan jarang di publish; behind the scene kunjungan bapak presiden kita di Jayapura.

002
Sebelum perform di hadapan Presiden, para penari tarian tradisional ini gladi di bawah terik matahari dengan kaki telanjang.
003
Memotret dari dekat, tidaklah mudah. Lihat saja pengamanan paspampres yang berbaju hijau, sangatlah rapat dan ketat.
012new
Untuk berfoto bersama Presiden dibutuhkan keberanian dan keberuntungan. Perhatikan gambar yang saya lingkari, karena untuk bisa berfoto bersama beliau harus melewati pengamanan yang ekstra ketat

Berikut ini gambar suasana kunjungan Presiden Jokowi dengan lokasi Kompleks Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah dan Mall Jayapura.

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Nah, sudah terbayangkan bagaimana ribetnya dibalik peliputan kunjungan Presiden kita.

(Untuk adikku: kakakmu ini dek…merasa beruntung bisa berjabat tangan dengan beliau, saat kunjungan ke 8X nya di Papua. Mudah – mudahan Pak Presiden menjawab impian saya, untuk bisa berfoto bersama dengan beliau suatu saat).

Oh ya, dari peralatan yang saya punya, saya memutuskan untuk memotret beliau menggunakan handycam. Alasannya, karena handycam menjangkau obyek dengan jarak yang cukup jauh. Kalau saya menggunakan dslr, pasti akan cukup ribet pergantian lensa.

Memang hasilnya biasa saja, tapi itu sudah cukuplah untuk saya. Wanyambe!!

 

2 tanggapan untuk “Ini Kisahku: Dibalik Peliputan RI 1 di Jayapura, Tak Mudah Menjadi Fotografer”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s