JELAJAH NEGERI MULAI DARI TITIK NOL KILOMETER DI KOTA RUSA “MERAUKE”

penulis berfoto di dengan latar belakang tugu sabang merauke fix

Indonesia kita, sangat besar dan sangat luas dengan bentang alam yang luar biasa. Kita punya gunung, bukit, lembah, daratan, lautan, danau, dan rawa – rawa yang menyimpan kekayaan alam yang tak terhitung nilainya.

Menjelajah alam Indonesia, bisa mulai dari titik mana saja di negeri ini, baik dari pulau Jawa, pulau Kalimantan ataupun berbagai tempat lainnya. Namun yang paling berkesan buat saya, melihat Indonesia dari titik nol kilometer, di Sota, Merauke. Sebuah semangat untuk mengenali dan menjelajah negeri ini, mulai dari ujung timur Indonesia.

Travelling adalah hal yang paling menyenangkan buat saya. Dan, titik nol kilometer, di kota “rusa” Merauke menjadi target selanjutnya. Nah, karena saya tinggal di kota Jayapura, maka untuk menuju ke Merauke, jalur transportasi yang paling mudah ialah jalur udara.

Packing, siapkan kamera dslr, handphone dan e – tiket. Penerbangan Jayapura – Merauke, termasuk ramai, dan setiap harinya ada beberapa maskapai yang melayani rute ini. Untuk membeli tiket pesawat pun cukup mudah dan maskapai favorit saya ialah Garuda Indonesia Airlines.

Untuk membeli tiket pesawat Garuda bisa klik link ini https://www.skyscanner.co.id/maskapai/maskapai-garuda-indonesia-ga.html

Penerbangan dari Jayapura ke Merauke sekitar satu jam lamanya. Dari bandara Mopah Merauke ke Sota, diperlukan waktu sekitar satu setengah jam perjalanan menggunakan kendaraan roda empat.

musamus atau rumah semut di dekat patok batas ri - png, sota merauke
Musamus atau ‘rumah semut’

Perjalanan ke Sota sungguh menyenangkan karena sepanjang perjalanan saya melewati perkampungan dan kawasan hutan taman nasional Wasur. Cukup banyak musamus alias rumah semut khas Merauke di sepanjang perjalanan yang saya jumpai. Ouhh…Merauke memang indah.

 

Tugu Sabang di titik nol kilometer

20160921_154540

Inilah titik nol kilometer yang  dimaksut. Sebuah tugu yang menjulang tinggi yang dikenal sebagai Tugu Sabang.

Hmmm..tugu Sabang ada di Merauke, sementara ‘kembarannya’ yakni tugu Merauke ada di Kota Sabang.

Indonesia ku tercinta, dua nama tugu ini seolah menjadi benang merah ‘pengikat’ dari Sabang sampai Merauke atau dari Merauke hingga ke Sabang.

Tugu Sabang dengan burung garuda diatasnya berdiri gagah tepat di pertigaan jalan. Dan, tepat di bawah patung burung garuda, peta Indonesia menghiasi bagian atas tugu.

Tepat di samping tugu terdapat sebuah prasasti yang didalamnya terukir lirik lagu

“Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa. Tanah Air Pasti Jaya untuk Slama – lamanya. Indonesia Pusaka Indonesia Tercinta. Nusa Bangsa dan Bahasa Kita Bela Slamanya.

Selanjutnya, bisa ditebak…moment yang indah ini, tentu saja saya tidak ingin lewatkan begitu saja. Beberapa jepretan menggunakan kamera dslr dan…selfie ria!!

 

Mengunjungi perbatasan RI – PNG

gapura perbatasan
Gapura perbatasan RI – PNG di Sota, Merauke

 Sekitar lebih kurang satu kilometer dari Tugu Sabang – Merauke terdapat sebuah taman yang nan indah, dengan didominasi warna merah putih. Taman ini menghiasi pintu lintas batas kedua negara.

Ditempat ini terdapat spot yang cukup bagus, dimana pengunjung biasa berfoto-ria. Taman ini dirancang sedemikian rupa, sehingga saya pun betah berlama – lama menikmati keindahannya.

Beberapa meter keluar dari gapura perbatasan, saya melihat seorang tentara sedang menunjukkan kepada pengunjung patok berwarna putih dengan tinggi sekitar 75 cm. Inilah patok tapal batas yang menandai batas 2 negara.

Yang unik dan menarik di sekitar area patok tapal batas ini, terdapat cukup banyak rumah semut atau yang terkenal dengan istilah musamus. Namun, sebenarnya musamus ini bukanlah rumah semut. Gundukan berwarna coklat dan tingginya bisa mencapai dua meter lebih ini, sebenarnya ialah istana rayap.

Musamus dibangun oleh koloni rayap menggunakan campuran dari rumput kering sebagai bahan utama dan liur sebagai semen untuk merekatkannya. Dan, di Indonesia, hanya Kota Merauke-lah yang memiliki musamus.

taman merah putih di perbatasan
Taman Merah Putih

 

Souvenir dari Pasar Perbatasan

Di dekat taman, terdapat area parkir yang cukup luas, dan ditepinya terdapat beberapa gerai pedagang yang menjual berbagai aneka souvenir, mulai dari noken khas merauke, aksesoris wanita, t-shirt hingga sarang semut untuk pengobatan dan berbagai varian produk lainnya.

Saya pun berbincang dengan pemilik gerai, Ibu Lisa yang telah cukup lama berjualan di tempat ini. Ia mengatakan wilayah perbatasan ini cukup ramai dikunjungi pada akhir pekan. Ia pun menunjukkan kepada saya sebuah souvenir yang cukup laris, yakni gelang dan kalung yang terbuat dari genitri atau biasa disebut “buah kasuari”. Disebut demikian, karena buah genitri menjadi makanan kasuari.

ibu lisa penjual souvenir
Ibu Lisa (penjual souvenir di pasar perbatasan)

Menurut Ibu Lisa, gelang atau kalung genitri ini sangat diminati oleh Umat Hindu dan Budha, karena dipercaya memberi manfaat kesehatan, yakni sebagai antioksidan. Selain itu, mengenakan aksesoris gelang dan kalung genitri dipercaya membawa keberuntungan, berkat, dan perlindungan. Harga yang ditawarkan pun tidak terlalu mahal, antara 35 ribu – 100an ribu rupiah.

Karena bentuknya yang cukup unik, saya pun tertarik membelinya sebagai kenang – kenangan dan tanda mata bahwa saya pernah mengunjungi titik nol negaraku Indonesia, yakni di perbatasan RI – PNG, tepatnya di Sota, Merauke.

tugu di taman merah putih - perbatasan ri png sota

disclaimer : Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh ID Corners dan Skyscanner.

6 tanggapan untuk “JELAJAH NEGERI MULAI DARI TITIK NOL KILOMETER DI KOTA RUSA “MERAUKE””

  1. Aku pernah ke Jayapura namun mampir doang. Suatu saat pengen deh jelajah Papua terus melihat dari dekat 0 kilomter Indonesia Merauke ..Salam kenal Mbak. Langsung tak follow blognya 🙂

    Suka

  2. First of all I would like to say excellent blog! I had a quick question that I’d like to ask
    if you do not mind. I was curious to find out how you center yourself and clear your
    mind before writing. I’ve had a hard time clearing my thoughts in getting my thoughts out.
    I do take pleasure in writing however it just seems like the first 10 to 15 minutes are usually wasted simply just trying to figure out
    how to begin. Any suggestions or hints? Appreciate it!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s